Makassar

Aliyah Mustika Ilham Ajak Ki Perempuan Makassar Perkuat Peran Kepemimpinan

84
×

Aliyah Mustika Ilham Ajak Ki Perempuan Makassar Perkuat Peran Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham secara resmi membuka kegiatan International Women’s Day Talkshow 2026 yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Komunitas Bermakna: Sinergi Kepemimpinan dalam Keberagaman”.

 

Kegiatan yang diprakarsai oleh Forum Perempuan Peduli Makassar (FPPM) tersebut berlangsung di Gedung IMMIM 2, Jalan Jend. Sudirman No. 33, Makassar, Kamis (5/3/2026).

 

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam pembangunan daerah.

 

Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas dan peran aktif perempuan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, serta partisipasi ekonomi.

 

“Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki akses terhadap sumber daya, mampu mengambil keputusan secara mandiri, serta berperan aktif dalam pembangunan. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

 

Aliyah Mustika Ilham juga menekankan bahwa keberdayaan perempuan tidak hanya bersifat individu, tetapi harus berkembang menjadi kekuatan kolektif melalui komunitas yang mampu mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.

 

“Komunitas merupakan ruang strategis untuk membangun kolaborasi, memperkuat ketahanan keluarga, serta menggerakkan berbagai inisiatif sosial dan ekonomi di masyarakat,” jelasnya.

 

Dalam konteks kepemimpinan, Aliyah Mustika Ilham menilai keberagaman bukanlah sebuah hambatan, melainkan kekuatan yang dapat melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan humanis.

 

Sinergi kepemimpinan antara laki-laki dan perempuan, menurutnya, akan menghasilkan perspektif yang lebih luas dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

 

Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga, khususnya sebagai ibu yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi masa depan.

 

Oleh karena itu, perempuan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari berbagai tantangan zaman, termasuk dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial.

 

Lebih lanjut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari politik, pemerintahan, hingga kepemimpinan di berbagai sektor strategis.

 

“Saya berharap semakin banyak perempuan yang berani tampil dan mengambil peran sebagai pemimpin, baik di tingkat komunitas maupun di ruang-ruang pengambilan keputusan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menjadikan kegiatan talkshow ini tidak sekadar sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai awal dari kolaborasi nyata antara pemerintah, komunitas perempuan, sektor swasta, serta berbagai organisasi perempuan lainnya dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Kota Makassar.

 

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Makassar sebagai kota yang ramah bagi perempuan, kota yang menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap perempuan untuk berkembang dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” tuturnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham secara resmi membuka kegiatan tersebut.

 

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, International Women’s Day Talkshow dengan tema ‘Perempuan Berdaya, Komunitas Bermakna: Sinergi Kepemimpinan dalam Keberagaman’ secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

 

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Ita Isdiana Anwar.

 

Hadir pula Anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman, Konsul Jenderal Australia Todd Dias, Ketua FPPM Nur Fadjri FL, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Fatmawati Hilal, serta sejumlah tokoh perempuan, akademisi, dan perwakilan komunitas perempuan di Kota Makassar.