Makassar | BugisPos — Pada Sabtu, 9 Mei 2026, Tim BKP Project Kemanusiaan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar melaksanakan kegiatan bernilai tinggi di Rumah Binaan Rumah Zakat, kawasan Gadde Ta, Rappokalling. Mengusung tajuk “Psikoedukasi Dalam Meningkatkan Pemahaman Mengenai Perilaku Agresi pada Anak Binaan Rumah Zakat”, kegiatan ini menjadi bukti nyata penerapan ilmu psikologi untuk menjawab kebutuhan riil di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan emosional anak-anak yang berada dalam binaan lembaga sosial.

Kegiatan ini bukan sekadar program rutin, melainkan tindak lanjut langsung dari hasil asesmen kebutuhan (need assessment) yang telah dilakukan tim sebelumnya. Dari pengamatan dan penelitian awal, ditemukan fakta bahwa anak-anak binaan masih sering menunjukkan perilaku agresi dalam interaksi sehari-hari, baik terhadap teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Perilaku ini muncul sebagai respons emosional yang belum tersalurkan dengan tepat, di mana anak-anak belum sepenuhnya memahami apa itu emosi, mengapa emosi itu muncul, dan bagaimana cara mengelolanya dengan baik. Berangkat dari permasalahan inilah, psikoedukasi dirancang sebagai solusi pendidikan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan mengelola diri.
Menghadirkan Ibu Kurniati Zainuddin, S.Psi., M.A sebagai pemateri, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang ramah, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pandangan mendasar mengenai emosi: “Anak-anak perlu memahami bahwa emosi marah itu wajar, tetapi cara mengekspresikannya harus tepat agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.” Pernyataan ini menjadi kunci utama materi, karena sering kali perilaku agresi muncul karena anak menganggap rasa marah itu sesuatu yang salah, atau justru tidak tahu cara lain menyalurkannya selain dengan tindakan kasar atau kata-kata yang menyakiti.
Agar materi tidak hanya menjadi teori, pelaksanaan kegiatan dirancang melalui beragam metode menarik, mulai dari penyampaian materi, permainan edukatif, hingga role-play atau peran. Salah satu aktivitas yang paling disukai dan dipraktikkan langsung oleh peserta adalah teknik STOP, singkatan dari Stop (berhenti sejenak), Take a Breath (menarik napas dalam), Observe (memahami apa yang dirasakan dan terjadi), serta Proceed (bertindak dengan cara yang baik). Teknik sederhana ini memberikan panduan konkret bagi anak untuk mengendalikan diri saat rasa marah mulai muncul. Selain itu, ada pula permainan seru bernama “Cermin Emosi”, yang bertujuan melatih kepekaan anak dalam mengenali berbagai jenis emosi, baik pada diri sendiri maupun orang lain, sekaligus belajar mengekspresikannya secara wajar dan positif. Sepanjang kegiatan, suasana terasa hidup, aktif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.
Alya, salah satu anggota Tim BKP Rumah Zakat 2026, menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak binaan memahami dampak perilaku agresi serta belajar mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih positif,” ujarnya. Harapan ini mencerminkan tujuan besar dari program tersebut: bukan hanya mengubah perilaku sesaat, tetapi membentuk pemahaman yang melekat agar anak-anak mampu membawa keterampilan mengelola emosi ini ke dalam kehidupan sehari-hari, baik saat bergaul dengan teman, berinteraksi dengan pengasuh, maupun menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, kegiatan psikoedukasi ini menjadi langkah preventif yang sangat berharga dalam mendukung tumbuh kembang anak binaan Rumah Zakat. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga sosial, ilmu psikologi hadir bukan hanya di ruang kelas, tetapi turut berperan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan mendukung perkembangan kepribadian anak-anak. Ke depannya, bekal pemahaman dan keterampilan yang didapat diharapkan menjadi modal kuat bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas emosional, mampu menjaga hubungan baik dengan sesama, dan menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.












