BugisPos, Makassar — Dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Brantas Narkoba Maksiat (BNM) Sulawesi Selatan, akan menggelar kegiatan Festival Poster 2026
Hal ini disampaikan ketuanya, Hamka Hamid di salah satu warkop jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa (9/6/2026) siang, saat menyikapi HANI yang jatuh setiap tanggal 26 Juni 2026.
Menurut pria yang juga mantan ketua Perjosi (Perserikatan Journalist Siber Indonesia) Sulawesi Selatan itu, kegiatan ini sengaja ia laksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan bagi para peserta, dan dijadwalkan akan digelar pada Ahad 28 Juni mendatang di Makassar.
“Sasaran kami (kegiatan ini –red) ditujukan bagi para pelajar, mahasiswa dan umum. Hal ini untuk memberi edukasi bagi peserta mengenai dampak destruktif narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, fungsi otak, hingga risiko penularan penyakit seperti HIV dan AIDS, atau Maksiat” jelas Hamka yang saat ini juga dikenal aktif menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan.
Disisi lain dirinya bahkan mengaku tertarik pada organisasi tersebut (BNM), karena ada kata Maksiat setelah kata Narkoba (BNM). “Saya sangat tertarik dengan BNM dan ikut bergabung karena ada kata Maksiat. Hal tentu saja sejalan dengan perintah agama saya untuk memeranginya!.” Tegas Hamka.
Makanya berbagai event bertajuk sosial dan keagamaan ia gelar. Salah satunya, Jumat berkah dan kampung shalawat “Ini syiar agama, dan jalan menuju kebaikan. Kalau bukan kita siapa lagi.” terangnya.
Kegiatan yang tak kalah penting, sambung Hamka adalah Kopi Ngaji Sahabat BNM dengan pola mengajak semua elemen untuk belajar mengaji dari ‘Nol’ hingga bisa dan lancar mengaji.
“Kegiatan ini dibimbing oleh Founder Jalur Langit Indonesia dan
Ketua Persaudaraan Pondok Tahfidz, ustad Ahmad Mujahidin. Insya Allah diajarkan sampai bisa mengaji dan gratis” tandasnya
Melalui Kopi Ngaji Sahabat BNM tersebut, Hamka mengajak masyarakat untuk hadir dalam suasana yang hangat, sederhana, dan penuh makna. Tempat untuk belajar Al-Qur’an, berbagi pengalaman hidup, memperluas silaturahmi, serta saling menguatkan dalam kebaikan.
“Kami percaya, menjaga generasi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang ia berawal dari satu pertemuan sederhana, satu majelis ilmu, dan satu hati yang tergerak untuk menjadi lebih baik. Insya Allah,” tandasnya. (*)













